Raden Ayu Siti Hartinah atau yang lebih dikenal dengan nama Ibu Tien Soeharto menjadi simbol ibu bangsa IndonesiaSuatu hari ketika Soeharto masih menjabat Panglima Kostrad, Ibu Tien kedatangan seorang penjual batu akik yang bisa meramal. "Madam, suami madam akan berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan presiden yang sekarang," kata si penjual batu akik. Ucapan peramal itu membuat Ibu Tien tertawa. Menurutnya, menjadi perwira tinggi AD saja sudah demikian berat tugasnya.
Pada tahun 1967, Sidang Istimewa MPRS secara aklamasi mengangkat Jenderal Soeharto sebagai Pejabat Presiden. Menurut perasaannya, jabatan Soeharto itu tidak akan lama. Makanya, Ibu Tien Soeharto tidak hadir menyaksikan peristiwa penting dan bersejarah itu. Dia memilih untuk tetap di rumah bersama anak-anaknya.
Istri Presiden Soeharto itu adalah sosok yang berjuang untuk memperkenalkan Indonesia
Selain itu, Ibu Tien menyadari bahwa kekayaan alam dan budaya Indonesia
Tidak itu saja, Ibu Tien juga prihatin kepada sebagian besar bangsa Indonesia
Mendampingi Soeharto, Ibu Tien mengubah hiasan bangunan istana yang merupakan peninggalan zaman Belanda kemudian diisi dengan berbagai perangkat yang menonjolkan keindonesiaan. Ukiran jati dari Jepara dalam ukuran besar mengisi ruang-ruang istana. Warna merah untuk Istana Merdeka dan warna hijau untuk Istana Negara.
Menu
Selanjutnya diputuskan bahwa cendera mata haruslah benda-benda hasil kerajinan Indonesia
Biasanya kue tart menjadi sajian utama ketika merayakan ulang tahun kemerdekaan Indonesia
Walaupun Istana Negara sudah ditata ulang dan dipercantik, tetapi tidak ada satu ruang pun yang tersisa untuk Ibu Negara. Ibu Tien memilih ruangan duduk belakang di rumahnya Jalan Cendana sebagai kantornya.
Perhatian Ibu Tien terhadap masalah kesehatan cukup besar. Tingginya angka kelahiran dan juga tingkat kematian ibu-anak pada saat persalinan membuatnya berpikir untuk membangun rumah sakit khusus. Di samping itu, kelahiran anak merupakan harapan baru bagi Indonesia masa depan yang lebih maju dan mampu bersaing dengan bangsa lain.
Pada tahun 1974 dimulailah pembangunan Rumah Sakit Anak dan Bersalin yang terletak di Jalan S Parman Jakarta. Peresmian RSAB dilaksanakan bertepatan dengan Hari Ibu tahun 1979.
Hari Minggu 28 April 1996 sekitar pukul 05.10 WIB, Indonesia berkabung. Ibu Tien meninggal di RSPAD Gatot Subroto.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar