Minggu, 06 September 2026

Semarak Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kecamatan Sakra Timur: Upaya Nyata Lestarikan Bahasa dan Budaya Sasak

Suasana di Lokasi Kegiatan (red) 

Sakra Timur, 07-09-2026 – Komitmen untuk melestarikan kekayaan budaya lokal terus digaungkan, salah satunya melalui penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kecamatan Sakra Timur. Acara yang meriah ini berlangsung di halaman UPT Dikbud Kecamatan Sakra Timur, yang rencananya akan berlangsung selama 5 hari dan di mulai hari ini (red), dan rencananya akan berakhir hari Jum’at, tanggal 11-09-2026. Kegiatan FTBI ini merupakan bagian dari program Merdeka Belajar episode ke-17 tentang Revitalisasi Bahasa Daerah yang digagas oleh Kemendikbudristek. Di Kecamatan Sakra Timur, fokus utama revitalisasi ini adalah pelestarian Budaya, Bahasa dan Sastra Sasak agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman. 

Terdapat beberapa cabang lomba yang dipertandingkan dalam festival tahun ini, di antaranya:

Menulis dan Membaca Aksara Sasak

Bewaran/Mendongeng

Pidarte/Pidato Bahasa Daerah

Tembang Tradisional / Bekayaq

Membaca Puisi berbahasa Sasak

Begolohan (standup comedy)

Cerite Kontek

Kepala UPT Dikbud Kecamatan Sakra Timur dalam sambutannya mengatakan  bahwa kegiatan Festival ini adalah langkah konkrit kami untuk menjaga agar bahasa ibu kami, bahasa Sasak, tidak punah. Kami ingin anak-anak muda di Sakra Timur bangga dengan identitas budaya mereka. dalam pidatonya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh peserta, guru pendamping, dan kepala sekolah yang telah berpartisipasi aktif,

"Bahasa ibu, khususnya Bahasa Sasak, adalah identitas dan kekayaan budaya kita. Melalui FTBI ini, kita berharap anak-anak tidak hanya fasih berbahasa daerah di lingkungan keluarga, tetapi juga bangga menampilkannya di panggung prestasi," ujarnya.

FTBI Kecamatan Sakra Timur ini bertujuan utama untuk mengampanyekan pentingnya menjaga dan melestarikan Budaya, Bahasa dan Sastra khususnya Budaya Daerah Lombok yang sejalan dengan program nasional pelestarian bahasa daerah dari Kemendikbudristek.

Pantauan di lokasi, Nampak kelihatan para peserta antusias menampilkan kemampuan terbaik mereka dengan mengenakan pakaian adat Sasak yang semakin menambah kental nuansa budaya dalam acara tersebut. kelihatan jelas panggung sederhana dengan dekorasi sederhana terpampang spanduk besar yang menyampaikan pesan "Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing.". 

FTBI tingkat kecamatan ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk menjaring tunas-tunas muda yang berbakat dalam penguasaan bahasa daerah, sekaligus menjadi ajang seleksi untuk perwakilan kecamatan di tingkat kabupaten yang lebih tinggi. Berbagai perlombaan dan kegiatan berbasis bahasa daerah diperkirakan akan menyemarakkan festival ini.

Sambut FTBI Tingkat Kecamatan, SD Negeri 1 Lepak Intensifkan Pembinaan Siswa


LEPAK SD Negeri 1 Lepak secara resmi memulai program latihan intensif bagi para siswa terpilih untuk menghadapi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kecamatan. Langkah ini diambil guna mempertahankan tradisi prestasi sekolah sekaligus melestarikan budaya dan bahasa daerah sejak dini.

Kepala SD Negeri 1 Lepak menyatakan bahwa pihak sekolah memberikan dukungan penuh, baik dari segi fasilitas maupun bimbingan teknis. Guru-guru pembina ditunjuk secara khusus untuk mengasah bakat siswa agar mampu tampil maksimal dan bersaing sehat di tingkat kecamatan.

Fokus Persiapan dan Cabang Lomba

Untuk memastikan kesiapan mental dan materi, sekolah membagi fokus latihan ke dalam beberapa cabang lomba utama:

· Lomba Pidarte/ Pidato: Melatih artikulasi, intonasi, dan penguasaan panggung menggunakan bahasa daerah yang baik dan benar.

· Lomba Bewaran/Mendongeng: Mengasah kemampuan bercerita ekspresif dengan alat peraga tradisional pendukung.

· Lomba Menulis dan Membaca Aksara: Mengintensifkan latihan penulisan aksara daerah agar siswa lebih teliti dan lancar.

· Lomba Begolohan (Stand-Up Comedy): Mengembangkan kreativitas penyampaian humor segar berbasis budaya lokal.

· Lomba Puisi: karya sastra lisan maupun tulisan berbentuk puisi dalam bahasa Sasak (Suku Sasak, Lombok).

· Lomba Becerite: Bercerita atau mendongeng, yaitu menyampaikan suatu kisah/sejarah secara lisan kepada pendengar.

· Lomba Nembang: Menyanyikan lagu tradisional atau tembang (seperti pupuh, gamelan, atau pariikan) yang terikat oleh aturan nada dan lirik tertentu.

· Metode Pembinaan Mandiri

Seleksi Internal: Menjaring siswa-siswi terbaik dari kelas IV dan V yang memiliki minat besar pada muatan lokal. Jadwal Latihan Rutin: Pembinaan dilakukan setiap hari setelah jam pulang sekolah agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM) reguler. Simulasi Panggung: Mengadakan uji coba performa di depan guru dan teman-teman untuk melatih mental serta kepercayaan diri siswa sebelum hari perlombaan.

Melalui persiapan yang matang ini, seluruh warga SD Negeri 1 Lepak optimistis dapat mengirimkan perwakilan terbaik yang mampu membawa pulang piala juara dan melaju ke tingkat kabupaten.


Sabtu, 05 September 2026

SD Negeri 1 Lepak Raih Juara 1 Lomba Tari FLS3N Tingkat Kabupaten Lombok Timur



LOMBOK TIMUR – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh dunia pendidikan di Kecamatan Sakra Timur. Tim tari dari SD Negeri 1 Lepak berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Lombok Timur untuk kategori Seni Tari.  Kompetisi yang berlangsung ketat ini diikuti oleh perwakilan terbaik dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Lombok Timur. Penampilan memukau dari siswa-siswi SD Negeri 1 Lepak berhasil memikat hati para dewan juri berkat keselarasan gerak, penghayatan karakter, serta kekayaan koreografi budaya lokal yang dibawakan.

Kepala Sekolah SD Negeri 1 Lepak menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas kerja keras para siswa serta guru pembina. Prestasi ini membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk bersaing dan menjadi yang terbaik di tingkat kabupaten.

Dengan hasil ini, SD Negeri 1 Lepak resmi menjadi wakil Kabupaten Lombok Timur dan melaju ke kompetisi FLS3N tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). dan telah di lombakan juga pada bulan Juni 2026 kemarin, tim dari SDN 1 Lepak sukses memboyong gelar Juara Harapan 1 pada cabang Seni Tari.

kerja keras para siswa dan pembina yang telah berlatih secara konsisten. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa SDN 1 Lepak untuk terus mengasah minat serta bakat di bidang seni dan budaya, sekaligus membawa nama baik sekolah di tingkat yang lebih tinggi.

PASANG IKLAN

Cara Membuat Situs Iklan Baris