LEPAK – SD Negeri 1 Lepak secara resmi memulai program latihan intensif bagi para siswa terpilih untuk menghadapi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kecamatan. Langkah ini diambil guna mempertahankan tradisi prestasi sekolah sekaligus melestarikan budaya dan bahasa daerah sejak dini.
Kepala SD Negeri 1 Lepak menyatakan bahwa pihak sekolah memberikan dukungan penuh, baik dari segi fasilitas maupun bimbingan teknis. Guru-guru pembina ditunjuk secara khusus untuk mengasah bakat siswa agar mampu tampil maksimal dan bersaing sehat di tingkat kecamatan.
Fokus Persiapan dan Cabang Lomba
Untuk memastikan kesiapan mental dan materi, sekolah membagi fokus latihan ke dalam beberapa cabang lomba utama:
· Lomba Pidarte/ Pidato: Melatih artikulasi, intonasi, dan penguasaan panggung menggunakan bahasa daerah yang baik dan benar.
· Lomba Bewaran/Mendongeng: Mengasah kemampuan bercerita ekspresif dengan alat peraga tradisional pendukung.
· Lomba Menulis dan Membaca Aksara: Mengintensifkan latihan penulisan aksara daerah agar siswa lebih teliti dan lancar.
· Lomba Begolohan (Stand-Up Comedy): Mengembangkan kreativitas penyampaian humor segar berbasis budaya lokal.
· Lomba Puisi: karya sastra lisan maupun tulisan berbentuk puisi dalam bahasa Sasak (Suku Sasak, Lombok).
· Lomba Becerite: Bercerita atau mendongeng, yaitu menyampaikan suatu kisah/sejarah secara lisan kepada pendengar.
· Lomba Nembang: Menyanyikan lagu tradisional atau tembang (seperti pupuh, gamelan, atau pariikan) yang terikat oleh aturan nada dan lirik tertentu.
· Metode Pembinaan Mandiri
Seleksi Internal: Menjaring siswa-siswi terbaik dari kelas IV dan V yang memiliki minat besar pada muatan lokal. Jadwal Latihan Rutin: Pembinaan dilakukan setiap hari setelah jam pulang sekolah agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM) reguler. Simulasi Panggung: Mengadakan uji coba performa di depan guru dan teman-teman untuk melatih mental serta kepercayaan diri siswa sebelum hari perlombaan.
Melalui persiapan yang matang ini, seluruh warga SD Negeri 1 Lepak optimistis dapat mengirimkan perwakilan terbaik yang mampu membawa pulang piala juara dan melaju ke tingkat kabupaten.
Dalam rangka Hari Guru Nasional Tahun 2026 dengan tema “ Guru Hebat, Indonesia Kuat ”, Kemendikdasmen menyelenggarakan Apresiasi GTK Tahun 2026 sebagai bentuk penghargaan kepada pendidik dan tenaga kependidikan yang menunjukkan transformasi dan dedikasi dalam peningkatan kualitas pendidikan, serta individu yang menggerakkan komunitas belajar. Apresiasi GTK adalah kegiatan yang diselenggarakan untuk memberikan penghargaan kepada pendidik dan tenaga kependidikan yang telah menunjukkan transformasi dan berdedikasi dalam peningkatan kualitas pendidikan. LINI MASA APRESIASI GTK 2026 - 2–26 September — Pengusulan dan pengisian dokumen syarat peserta Kab/Kota - 28 September–5 Oktober — Penilaian/Verval Berkas Administrasi - 8–31 Oktober — Penilaian Substansi (Naskah dan Video) dan Wawancara - 24–27 November — Pelaksanaan Apresiasi di Tingkat Pusat Mari hadirkan praktik baik, dedikasi, dan transformasi pendidikan yang dapat menginspirasi GTK di seluruh Indonesia. Bagi rekan-rekan gu...

Komentar
Posting Komentar