Langsung ke konten utama

BPS: 11,35% Penduduk RI Usia 15 Tahun ke Atas Tak Punya Ijazah

 

Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) RI merilis Statistik Kesejahteraan Rakyat 2026 pada Senin, 5 Oktober 2026 lalu. Jadi publikasi tahunan BPS, Statistik Kesejahteraan Rakyat memotret kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia terbaru.

Sumber data utama dalam publikasi ini berasal dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2026. Setidaknya ada lima indikator yang disampaikan, dari kependudukan dan keluarga; kesehatan; pendidikan; ketenagakerjaan; serta taraf hidup dan perumahan.
Salah satu sorotan yang ada di bidang pendidikan berkaitan soal jenjang pendidikan terakhir masyarakat Indonesia. Bagaimana datanya? Dikutip dari Statistik Kesejahteraan Rakyat, Jumat (9/10/2026) berikut informasinya.
11,35 Persen Penduduk Dewasa Belum Punya Ijazah
Tamat sekolah dijelaskan sebagai kondisi ketika seseorang telah menyelesaikan pelajaran yang ditandai dengan lulus ujian akhir pada kelas atau tingkat akhir suatu jenjang pendidikan. Seseorang bisa dinyatakan tamat sekolah jika ia sudah memiliki Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) atau ijazah..
Data Susenas menjelaskan, masih ada sekitar 11,35 persen penduduk berusia 15 tahun ke atas yang tidak memiliki ijazah.
Berdasarkan persentase menurut provinsi, penduduk di wilayah Papua masih memiliki tantangan terkait hal ini. Papua Pegunungan mencatatkan persentase tertinggi, di mana 52,37% penduduk berusia 15 tahun ke atas pada provinsi tersebut tidak mempunyai ijazah.
Posisi kedua adalah Papua Tengah, dengan 36,48 persen penduduk usia dewasa mereka tidak memiliki ijazah. Adapun persentase terkecil dimiliki oleh DKI Jakarta sebesar 2,76% penduduk usia dewasa yang tidak memiliki ijazah.
Jika diurutkan, berikut ini persentase penduduk berumur 15 tahun ke atas yang tidak mempunyai ijazah berdasarkan provinsinya:

Papua Pegunungan: 52,37%
Papua Tengah: 36,48%
Papua Selatan: 20,86%
Gorontalo: 20,83%
Kalimantan Barat: 17,94%
Nusa Tenggara Barat: 17,70%
Nusa Tenggara Timur: 16,23%
Jawa Timur: 15,05%
Sulawesi Barat: 15,02%
Jawa Tengah: 14,81%
Kepulauan Bangka Belitung: 14,37%
Sulawesi Selatan: 13,99%
Kalimantan Selatan: 12,75%
Papua Barat: 12,27%
Lampung: 11,97%
Sumatera Selatan: 11,93%
Kalimantan Utara: 11,82%
Bengkulu: 11,70%
Sumatera Barat: 11,04%
Jambi: 10,75%
Sulawesi Tenggara: 10,43%
Bali: 9,91%
Sulawesi Utara: 9,46%
Maluku Utara: 9,33%
Jawa Barat: 8,79%
DI Yogyakarta: 8,46%
Riau: 8,41%
Papua Barat Daya: 8,40%
Kalimantan Tengah: 7,93%
Sulawesi Tengah: 7,15%
Banten: 7,02%
Papua: 6,81%
Sumatera Utara: 6,59%
Kepulauan Riau: 5,88%
Kalimantan Timur: 5,88%
Maluku: 5,84%
Aceh: 5,45%
DKI Jakarta: 2,76%

(Rata-rata Nasional/Indonesia: 11,35%)

Sumber: https://www.detik.com/edu/sekolah/nya-ijazah

 


Untuk Informasi Kedinasan, kunjungi menu garis 3 di kanan atas.
 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APRESIASI GTK TAHUN 2026

Dalam rangka Hari Guru Nasional Tahun 2026 dengan tema “ Guru Hebat, Indonesia Kuat ”, Kemendikdasmen menyelenggarakan Apresiasi GTK Tahun 2026 sebagai bentuk penghargaan kepada pendidik dan tenaga kependidikan yang menunjukkan transformasi dan dedikasi dalam peningkatan kualitas pendidikan, serta individu yang menggerakkan komunitas belajar. Apresiasi GTK adalah kegiatan yang diselenggarakan untuk memberikan penghargaan kepada pendidik dan tenaga kependidikan yang telah menunjukkan transformasi dan berdedikasi dalam peningkatan kualitas pendidikan.  LINI MASA APRESIASI GTK 2026 - 2–26 September — Pengusulan dan pengisian dokumen syarat peserta Kab/Kota - 28 September–5 Oktober — Penilaian/Verval Berkas Administrasi -  8–31 Oktober — Penilaian Substansi (Naskah dan Video) dan Wawancara - 24–27 November — Pelaksanaan Apresiasi di Tingkat Pusat Mari hadirkan praktik baik, dedikasi, dan transformasi pendidikan yang dapat menginspirasi GTK di seluruh Indonesia. Bagi rekan-rekan gu...

Manfaatkan Hari Belajar Guru, Gugus Lepak Montong Tangi Gelar Workshop Penggunaan Papan Interaktif Digital

MONTONG TANGI — Dalam rangka meningkatkan kompetensi pedagogik dan penguasaan teknologi pembelajaran di era digital, Gugus Lepak Montong Tangi sukses menyelenggarakan kegiatan Workshop Penggunaan Papan Interaktif Digital. Acara ini diintegrasikan langsung dengan agenda rutin Hari Belajar Guru yang di agendakan setiap bulannya, yang bertempat di SDN 3 Montong Tangi salah satu anggota gugus sekolah setempat. Kegiatan ini diikuti dengan penuh antusias oleh puluhan guru dari berbagai satuan pendidikan di bawah naungan Gugus Lepak Montong Tangi. Workshop ini menghadirkan narasumber yang pernah mengikuti workshop sejenis di tingkat provinsi, yang memandu jalannya pelatihan secara praktik langsung ( hands-on ). Transformasi Pembelajaran di Kelas Ketua Gugus Lepak Montong Tangi menyampaikan bahwa pemanfaatan momen Hari Belajar Guru kali ini sengaja difokuskan pada pengenalan teknologi modern, khususnya papan interaktif digital ( interactive flat panel ). Langkah ini dinilai sangat krusial untu...

Percepat Penerapan Manajemen Talenta, Bupati Lombok Timur Instruksikan Seluruh ASN Segera Melakukan Pemutakhiran Data Mandiri

SELONG -  Dalam rangka percepatan penerapan Sistem Informasi Manajemen Talenta di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur , Bupati Lombok Timur secara resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 800.1.4.3/2052/KPSDM/2026. Surat Edaran tertanggal 15 September 2026 tersebut memuat kewajiban bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), untuk melakukan pemutakhiran data kepegawaian secara mandiri. Langkah ini diambil guna mendukung kebijakan Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang mensyaratkan validitas dan kemutakhiran data kepegawaian. Data tersebut nantinya menjadi pondasi utama dalam pemetaan talenta, perencanaan karier, hingga pengambilan kebijakan manajemen ASN. Prosedur dan Tenggat Waktu Pemutakhiran. Melalui instruksi tersebut, ASN diimbau untuk memperbarui data diri melalui dua kanal resmi, yaitu aplikasi MyASN My ASN   dan Portal resmi SMART BKPSDM Lotim   SMART BKPSDM Adapun data wajib...